Rabu, 09 Desember 2015

saya rindu sepakbola indonesia

Sebagai salah satu orang penikmat dunia sepakbola, saya cukup kesal dan miris dengan kondisi persepakbolaan indonesia sekarang. Bagaimana tidak sepakbola yang sudah menjadi tontonan wajib bagi jutaan pasang mata warga indonesia, sekarang menjadi salah satu olahraga yang susah untuk kita lihat dan nikmati di layar kaca. Biasanya setiap seminggu sekali ataupun dua kali, kita dapat menyaksikan klub-klub indonesia bertanding dalam ajang Indonesia Super League maupun divisi utama. Hal itu tidak terlepas dari pembekuan yang dilakukan induk sepakbola tertinggi dunia atau FIFA. Pembekuan ini terjadi akibat adanya intervensi pemerintah dalam tubuh Perserikatan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Masalah mafia sepakbola sampai kurangnya tranparansi yang dilakukan PSSI menjadi beberapa alasan Mengapa Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrowi membekukan kepengurusan PSSI. Ironisnya pembekuan yang dilakukan Menpora ini dilakukan saat kompetisi Indonesia Super League maupun divisi utama baru saja berjalan. Sebenarnya FIFA telah memberikan tenggat waktu terhadap PSSI maupun pemerintah untuk mengakhiri konflik yang ada, namun baik Menpora maupun PSSI gagal menemukan kesepakatan damai. Akhirnya FIFA pun melakukan pembekuan terhadap semua kegiatan sepakbola. Konsekuensinya pun sudah bisa ditebak, kompetisi dibawah naungan PSSI diberhentikan sementara karena adanya masalah ini.
Tak hanya kompetisi yang terhenti, namun hal-hal yang berbau dengan semua kegiatan sepakbola dilarang. Mulai keikutsertaan klub-klub ISL seperti Persipura Jayapura dan Persib Bandung yang harus didiskualifikasi dari Liga Champions Asia hingga dicoretnya timnas Indonesia di semua usia dalam mengikuti berbagai macam turnamen maupun kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia. Hal ini menjadi kekecewaan besar bagi seluruh penikmat sepakbola indonesia mengingat negara-negara tetangga yang mulai berprestasi dan meninggalkan sepakbola indonesia yang beberapa tahun ini selalu saja ada masalah.
Terhentinya kompetisi ISL maupun divisi utama tentunya berimbas buruk kepada klub dan para pemain yang meruput di Liga Indonesia. Bagi para klub klub tentunya pemasukan klub dari hak siar Televisi dan para sponsor-sponsor yang ada. Hal ini menyebabkan kondisi keuangan klub tersendat sehingga pemberian gaji terhadap para pemain menjadi susah terealisasi. Bagi para pemain sendiri, ini tentunya sebuah kerugian besar dan efeknya berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi mereka. Berbeda bagi pemain asing yang bisa mencari solusi dengan bermain di Liga negara tetangga seperti malaysia maupun thailand, para pemain indonesia terpaksa mengikuti Liga Tarkam maupun mulai untuk berbisnis agar keuangan mereka tetap bisa terisi dan berjalan.  

Tak hanya klub-klub dan pemain yang dirugikan, beberapa masyarakat yang menggantungkan hidupnya di dunia sepakbola pun merasakan akibatnya. Mulai dari penjual souvenir sampai pedagang pedagang lainnya pun harus menerima jika omzet mereka mengalami penurunan drastis. Tanpa mengurangi apresiasi terhadap pemerintah, toh Janji Menpora untuk membuat kompetisi sampai saat ini belum direalisasikan. Dua turnamen memang sudah dibentuk oleh Menpora sebagai solusi bagi semua insan sepakbola. Namun mereka kurang puas sebab turnamen bukanlah kompetisi yang memilik euforia dan kualitas yang setara. Selain itu turnamen memiliki jangka waktu pelaksanaan yang pendek dan sesaat. Semua pihak tentunya mengharapkan kompetisi yang sehat, berkelanjutan dan menghibur. Maka dari itu sudah seharusnya Menpora memikirkan langkah yang bijak yaitu dengan mencabut pembekuan terhadap PSSI agar kompetisi dapat segera berjalan dan memulai dari awal untuk memperbaiki prestasi sepakbola indonesia.

Senin, 07 Desember 2015

Guardiola Ke Manchester United 2017?

 

Josep Guardiola diklaim akan menunggu sedikit lebih lama sebelum ia bergabung dengan Manchester United.

Bos Bayern Munchen itu sebelumnya diklaim akan pindah ke Old Trafford musim panas mendatang, mengingat hingga kini ia belum memperpanjang kontraknya di Allianz Arena, yang akan habis di akhir musim.

Namun demikian, laporan terbaru mengatakan bahwa Setan Merah berencana memberikan dukungan pada Louis van Gaal untuk bertahan lebih lama di klub. Dan hal itu konsisten dengan kabar yang belum lama ini diturunkan oleh The Sun, yang menyebutkan bahwa Pep akan menunggu hingga 2017 mendatang sebelum mencicipi kerasnya atmosfer kompetisi Premier League.

United sendiri hanya bisa bermain imbang tanpa gol ketika mereka menjamu West Ham di Old Trafford pekan lalu.

Tengah pekan ini, tim akan bermain melawan Wolfsburg di Jerman, dalam laga yang wajib mereka menangkan jika ingin mendapat jaminan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. (sun/rer)

sumber : bola.net

Selasa, 06 Oktober 2015


Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (bahasa InggrisSunan Kalijaga State Islamic University), sering disingkat UIN Suka, adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia. NamaUIN Sunan Kalijaga diambil dari salah satu kelompok penyebar agama Islam di JawaWalisongo yaitu Sunan Kalijaga. Kampus UIN Sunan Kalijaga berlokasi di dekat perbatasan antara Kota Yogyakarta denganKabupaten Sleman, tepatnya di Jalan Marsda Adisucipto No.1.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Islam_Negeri_Sunan_Kalijaga_Yogyakarta


Fakultas


Liverpool resmi memecat Brendan Rodgers. Pelatih kebangsaan Irlandia Utara tersebut diberhentikan usai Liverpool ditahan imbang 1-1 oleh Everton, Minggu (4/10/2015)

Tak lama setelah memecat Rodgers, klub berjuluk The Reds tersebut langsung dikaitkan dengan sejumlah pelatih ternama. Bahkan beberapa di antaranya sering diberitakan bakal menggantikan Rodgers di saat ia masih aktif sebagai manajer Liverpool.

Berikut lima pelatih yang kabarnya masuk radar Liverpool:
1. Jurgen Klopp


Pria kebangsaan Jerman ini menjadi kandidat kuat pelatih Liverpool yang baru. Saat ini Klopp sedang tak punya pekerjaan usai mengundurkan diri dari Borussia Dortmund, Juli 2015 lalu.

Media-media di Inggris sangat sering mengaitkan Klopp dengan Liverpool. Bahkan di media sosial seperti Twitter dan Facebook, fans Liverpool banyak menyuarakan harapannya agar Klopp mau melatih tim kesayangan mereka.

2. Carlo Ancelotti


Pelatih kebangsaan Italia ini mengalami kondisi serupa dengan Klopp. Ia tengah menganggur usai dipecat Real Madrid, Mei 2015 lalu.

Meski kariernya berakhir buruk, Ancelotti tetap dianggap sebagai pelatih hebat. Ia pernah mengantar Madrid dan AC Milan menjuarai Liga Champions Eropa. Bahkan Don Carlo pernah berjaya di Inggris saat membawa Chelsea juara Liga Premier Inggris musim 2009/2010.

Namun untuk mendapatkannya, Liverpool harus melayangkan rayuan maut. Sebab beberapa waktu lalu Ancelotti mengatakan bahwa ia ingin cuti selama satu tahun.

3. Frank De Boer














Mantan pemain Timnas Belanda ini juga masuk radar Liverpool. Karier gemilangnya bersama Ajax Amsterdam membuat Liverpool tertarik dengan pelatih berusia 45 tahun ini.

Di bawah kepelatihan De Boer, Ajax sukses meraih gelar juara Eredivisie empat tahun berturut-turut (2011-2014). Ia juga membawa tim asuhannya juara Piala Super Belanda musim 2013/2014.



4. Walter Mazzarri


Pelatih asal Italia ini punya karier gemilang bersama Napoli. Keputusannya dalam merekrut pemain membuat Il Partenopei bangkit dan kembali menjelma jadi salah satu tim raksasa di Eropa.

Edinson Cavani, Marek Hamsik dan Ezequiel Lavezzi adalah contoh pemain yang lahir lewat tangan dingin Mazzarri. Meski gagal di Inter Milan, media-media Inggris tetap ramai mengaitkan Mazzarri dengan kubu The Anfield Gank.



5. Ronald Koeman


Menurut laporan Mirror, The Reds juga membidik Ronald Koeman. Meski peluangnya kecil, Koeman masih terdaftar sebagai calon pelatih baru Liverpool.

Saat ini Koeman brstatus sebagai manajer Southampton. Di tangannya, The Saints sempat terhindar dari zona degradasi dan kini mereka ada di posisi sembilan klasemen Liga Premier Inggris.

source: http://soccer.sindonews.com/read/1050463/54/rodgers-dipecat-5-pelatih-ini-masuk-radar-liverpool-1444023550